Unity atau kesatuan dalam Kristus adalah hal yang indah jika dilakukan dalam kehidupan keluarga. Dalam bahas Indonesia kesatuan sama artinya dengan searah, sehaluan, seia sekata, sejalan, sependapat, sepikiran. Perjalanan keluarga kami sudah hampir 10 tahun kami jalani dengan satu prinsip berjalan dalam kesehatian dan kesatuan. Pada saat akan memulai kehidupan satu keluarga saya melamar istri saya untuk menikah, kami membuat kesepakatan bersama bagaimana kami akan memulai hidup berkeluarga. Saya dan istri sama sama sepakat seia sekata untuk saling mencintai dan sepikiran untuk saling menerima masing-masing pasangan kami diri kami apa adanya.Memulai kehidupan satu keluarga, kondisi kami sangatlah tidak mudah. Buat saya yang pada saat itu dengan kondisi ekonomi yang minim merupakan suatu tantangan berat. Pada saat melamar istri saya pada kondisi tidak sedang punya pekerjaan dan nominal uang di kantong yang hanya beberapa puluh ribu rupiah. Banyak hal yang menjadi tantangan dan halangan pada saat kami akan memulai hidup berkeluarga, dan juga kendala-kendala yang terjadi rasanya mustahil buat pikiran manusia kami, apakah akan sanggup dan berhasil menjadi satu keluarga. Ceritanya terlalu banyak dan panjang jika dituangkan jadi skrip sinetron, bisa menjadi ratusan episode.Namun saya punya keyakinan jika kami sudah sepakat dan sehati untuk memulai satu keluarga, dan menyerahkan kesepakatan tersebut kepada Tuhan yang Maha Kasih, maka segala kesulitan dan tantangan yang ada akan dibukakan jalan oleh Tuhan. Bagian kami adalah sehati dan sepakat , selanjutnya bagian Tuhan akan berkarya buat segala sesuatunya. Di dalam Alkitab pada Matius 18:19 tertulis : " Dan lagi aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di Surga.Perjalanan yang kami alami bukanlah suatu jalan yang lurus dan mulus, sering kali kami juga melalui kondisi yang bergelombang dan mengguncang kehidupan. Namun pemeliharaan Tuhan tetap kami rasakan karena kami senantiasa menjalaninya dengan tetap sehati dan sejalan. Dalam semua hal kami selalu upayakan melakukannya dalam kesehatian. Misalnya dalam menentukan gereja untuk kami berjemaat, memilih pekerjaan yang saya lakukan, memilih rumah yang akan kami tempati dan hal lain selalu kami lakukan berdasarkan kesepakatan antara saya dengan istri.Kami sekeluarga senantiasa mengandalkan Tuhan Yang Ajaib yang telah memelihara kehidupan kami sedemikian indahnya, bahkan mengangkat kami sedemikian dahsyat, semua karena anugeraNya yang menjadikan kehidupan kami seperti saat ini. Di dalam Tuhan ada masa depan yang pasti dan berkelimpahan dalam kebaikan.God is Good!
Home
All posts
Sunday, January 18, 2015
Jangan Mudah Marah
Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Saat itu ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, tengah santai memperhatikan para pekerja lain yang sibuk bekerja.
Dengan emosi Bos tersebut segera menghampiri pemuda itu dan bertanya, “berapa gajimu seminggu?” Dengan terkejut ia menjawab: “Rp. 100.000 per minggu. Memangnya kenapa Pak?” Bos itu lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil 4 lembar uang 100 ribu-an dan memberikannya kepada pemuda tersebut sambil berkata, “ini gajimu utk sebulan dan cepat pergi dari sini. Aku tidak mau melihatmu lagi!” Dengan rasa takut pemuda itu menerima uang tersebut dan segera pergi.
Namun alangkah terkejutnya si bos ketika tau bahwa pemuda yg dimarahinya tadi adalah pengantar pizza yang sedang menunggu uang dari personalia. Si bos sudah memberi uang 400.000 rupiah kepada seorang pemuda lugu hanya karena terlalu emosi.
Bukankah kita pun pernah seperti itu? Karena kita terlalu cepat marah akhirnya kita dengan mudahnya menghakimi orang lain, atau menyalahkan keadaan yang terjadi? Dan pada akhirnya merugikan diri kita sendiri? Kisah di atas tepat menjadi ilustrasi untuk beberapa ayat berikut ini:
“orang yang sangat cepat marah akan kena denda...” (Amsal 19:19)
“...jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya...” (Mazmur 37:7)
“janganlah lekas-lekas marah dalam hati...” (Pengkotbah 7:9)
Musa pun pada akhirnya tidak masuk tanah Kanaan hanya karena ia marah kepada bangsa Israel dan memukul batu (Bilangan 20:10-11), padahal Tuhan hanya memerintahkan ‘katakan kepada bukit batu’ dan bukan ‘marahi bangsa Israel dan pukul bukit batu’.
Sebagai pemimpin dan orang tua, kita harus marah utk mendidik, tetapi tidak boleh mudah marah (emosional), sering-sering marah dan sedikit-sedikit marah. Amarah akan membuat damai sejahtera kita hilang dan membuat tekanan darah naik, cepat pusing, jantung berdebar bahkan bisa memicu ‘stroke’.
Yakobus 1:19-20 mengatakan, “Hai saudara2 yang kukasihi, ingatlah ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat utk berkata-kata, dan juga lambat utk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (SES)
Saturday, January 17, 2015
TALENTAKU, BERASAL DARI TUHAN
APAKAH TALENTA ITU?
Satu talenta merupakan ukuran yang sangat besar nilainya.
1 Talenta = 6000 dinar (mata uang Romawi).
1 Dinar adalah upah pekerja harian (Mat 20:2).
Upah pekerja di Indonesia = Rp 1,2 juta/bulan
= Rp 40.000/hari.
1 Dinar = 40.000 rupiah
6000 Dinar = 6000 x 40.000
= 240.000.000 rupiah
1 Talenta = 240.000.000 rupiah
Dalam Kamus Bahasa Indonesia:
Talenta artinya: pembawaan seseorang sejak lahir, bakat.
Sumber Talenta?
Matius 25:
ayat 14:
Tuhan mempercayakan harta/talenta kepada kita
ayat 15:
Masing-masing diberi menurut kesanggupannya. Tuhan lebih mengerti siapa diri kita dan kemampuan kita dibanding diri kita sendiri.
Bagaimana Cara Penggunakan Talenta?
Matius 25:
ayat 16-18:
Pelipatgandaan terjadi pada orang yg bergerak dan menggali potensinya, bukan menggali tanah lalu menyembunyikannya.
ayat 20-23:
Kepada orang yg setia dalam perkara kecil, akan dipercayakan tanggung jawab dalam perkara yg besar.
Mendapat upah yaitu kebahagiaan hidup, sukses, menikmati berkat
ayat 24-28:
Tuhan tidak suka kepada orang yg banyak alasan, bagi Tuhan banyak alasan disamakan dengan kejahatan dan pemalas
ayat 28-30:
Siapa yg mempunyai akan ditambahkan bahkan berkelimpahan.
Siapa yg tidak mempunyai, apapun yang ada padanya akan diambil dan dicampakkan dalam penghukuman.
Arti dari perumpamaan tentang talenta mengingatkan kita pada saat ini bahwa tempat dan pelayanan kita di sorga kelak akan ditentukan oleh kesetiaan dalam kehidupan dan pelayanan kita di bumi.
Talenta melambangkan kemampuan, waktu, sumber daya dan kesempatan untuk melayani Allah ketika kita masih di bumi ini. Segala sesuatu yg dipercayakan Allah harus kita pertanggungjawabkan dan dikelola dgn sebijaksana mungkin.
Apa yg kita terima di Sorga nanti tergantung pada apa yg kita miliki saat ini. Kedudukan dan warisan di Sorga akan sebanding dengan pengabdian kita sekarang kepada jalan dan Kerajaan Allah.
HUBUNGAN TALENTA DAN PELAYANAN
•Bapa Sorgawi adalah Sang Pemberi Talenta.
•
•Sejak lahir setiap manusia diberi talenta, hanya saja banyak diantara manusia yang tidak menyadari bahwa ada bakat dalam dirinya.
•
•Talenta/bakat yang kita miliki harus kita kembangkan dengan tujuan melayani dan menyenangkan hati Tuhan.
•
•Dalam mengembangkan talenta/bakat diri, kita perlu belajar, rendah hati, sabar, watak yangg saleh beribadah, hikmat, penguasaan diri dan kasih.
•
•Kasih yang sepenuh hati dan penyerahan diri kepada Tuhan dilakukan terus menerus.”bukan kalau aku suka/mood”teruslah mengabdi dan setia dimana pun Allah memutuskan untuk menempatkan kita.
Kita dapat belajar pada kehidupan seseorang bernama Nick, yang tidak mempunyai kedua lengan dan kedua kakinya?
Dalam keadaan seperti itu Nick tidak menyalahkan siapa pun, termasuk Tuhan. Karena dia mengerti bahwa dalam kekurangannya, ada “talenta yg besar" yang Tuhan berikan, yang dapat dia kembangkan.
Yaitu bakatnya sebagai pembicara/motivator yang membangun dan memberkati banyak orang di seluruh dunia.
Saat ini Nick menjadi pembicara/motivator terkenal di seluruh dunia, bahkan telah menikah dengan seorang wanita cantik yg sangat mencintainya pada tgl 12 Februari 2012.
TALENTA YANG ADA PADAMU
DIPAKAI BUAT APA?
Friday, January 16, 2015
"APA YANG KITA CARI?"
Bila kita hidup di gunung merindukan pantai...
Saat kita hidup di pantai pasti merindukan gunung...
Disaat musim kemarau kita bertanya kapan datangnya hujan...?
Dimusim hujan kita tanya kapan musim kemarau...?
Diam di rumah pengennya pergi ....
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah....
Waktu timbul ketenangan kita mencari keramaian...
Saat ramai kita merindukan ketenangan
Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak .....
Setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan yang tinggi....
Ternyata SESUATU
tampak indah karena belum kita miliki .....
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki ..... ???
Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR...
dengan apa yang sudah kita miliki .....
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..???
Tentu saja menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalo daun kecil ini menempel dimata kita, maka tertutuplah “ BUMI"
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk, sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di-mana2.
Bumi inipun akan kelihatan buruk .....
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran yang buruk...
Walaupun cuma seujung kuku....
SYUKURI apa yang sudah kita miliki...
"Karena hidup adalah:
WAKTU yang dipinjamkan, Harta adalah: ANUGERAH yang dipercayakan"
Semuanya itu bersifat sementara.
Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki.
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...
Mari KitaTetap Semangat.
Tetap Mengucap Syukur.
"BERSYUKURLAH DALAM SEGALA HAL" Beri yang terbaik buat sesama.
Saat kita hidup di pantai pasti merindukan gunung...
Disaat musim kemarau kita bertanya kapan datangnya hujan...?
Dimusim hujan kita tanya kapan musim kemarau...?
Diam di rumah pengennya pergi ....
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah....
Waktu timbul ketenangan kita mencari keramaian...
Saat ramai kita merindukan ketenangan
Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak .....
Setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan yang tinggi....
Ternyata SESUATU
tampak indah karena belum kita miliki .....
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki ..... ???
Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR...
dengan apa yang sudah kita miliki .....
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..???
Tentu saja menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalo daun kecil ini menempel dimata kita, maka tertutuplah “ BUMI"
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk, sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di-mana2.
Bumi inipun akan kelihatan buruk .....
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran yang buruk...
Walaupun cuma seujung kuku....
SYUKURI apa yang sudah kita miliki...
"Karena hidup adalah:
WAKTU yang dipinjamkan, Harta adalah: ANUGERAH yang dipercayakan"
Semuanya itu bersifat sementara.
Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki.
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...
Mari KitaTetap Semangat.
Tetap Mengucap Syukur.
"BERSYUKURLAH DALAM SEGALA HAL" Beri yang terbaik buat sesama.
MELANGKAH DI TAHUN YANG BARU (2015) BERSAMA DENGAN TUHAN
Minggu-minggu terakhir di tahun 2014 kita di kejutkan dengan beberapa peristiwa yang terjadi di tanah air yang mengejutkan banyak orang. Beberapa daerah dilanda banjir, termasuk beberapa gereja di kabupaten Bandung, sehingga mereka harus merayakan natal di tengah-tengah banjir. Beberapa daerah mengalami bencana tanah
longsor yang menelan korban jiwa. Kemudian berita yang lain adalah hilangnya pesawat Air Asia penerbangan Surabaya – Singapura. Peristiwa-peristiwa ini membuat banyak orang takut, kecut dan tawar hati menjalani hari-hari di tahun baru ini. Sebagai orang percaya, janganlah kita takut. Kalau kita lihat Firman Tuhan di Hagai 2:7, kemudian diulangi lagi di Ibrani 12:26: “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi,laut dan darat”. Di akhir zaman ini akan banyak goncangan yang terjadi yang akan membuat bangsa-bangsa menjadi takut, tetapi tidak bagi orang yang percaya.
Bagaimana sikap kita menjalani hari-hari sepanjang tahun 2015 ini?
1. Jalani dengan ucapan syukur.
Kita semua memerlukan goncangan, tetapi di saat goncangan terjadi mari kita selalu bersuyukur dan bersukacita kepada Tuhan. Goncangan ditambah sukacita atau ucapan syukur akan menghasilkan mujizat. (Kisah 16:25-26)
2. Berharap dan mengandalkan Tuhan
Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 17:5-8, bahwa orang yang mengandalkan manusia dan diri sendiri akan mengalami kutuk, tetapi orang yang mengandakan Tuhan akan mengalami berkat.
3. Setia atau taat beribadah dan melakukan Firman-Nya
Kalau kita setia dan taat melakukan Firman Tuhan, Dia berjanji dalam wahyu 3:10: “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi
4. Semakin mengasihi Tuhan lebih dari apapun
Di atas semuanya itu biarlah gairah kita kepada Tuhan semakin meningkat, jam-jam doa kita tingkatkan, pemahanan akan Firman-Nya juga kita tingkatkan.
Dengan kita melakukan hal-hal di atas, maka kita tidak perlu cemas dan khwatir akan apapun, karena Tuhan akan memelihara kita seperti memelihara biji mata-Nya. Selamat memasuki tahun yang baru ini, Tuhan Yesus memberkati.
IMAN YANG KOSONG VS IMAN YANG HIDUP
Suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak ketemu. Selain bertanya mengenai kabar, tentang keluarga, tentang kegiatannya sehari-hari, saya juga bertanya tentang rencanya ke depan. Wah .... saya kagum sekali mendengar penjelasannya tentang kehidupannya yang akan datang, dia bercerita bahwa dia akan melakukan ini, itu dan sebagainya. Beberapa tahun berikutnya saya bertemu lagi dengan orang tersebut, dan saya langsung bertanya tentang rencana-rencananya. Ternyata tidak satupun yang menjadi kenyataan. Dia hanya pintar dan hebat merencanakan sesuatu, tetapi tidak pernah dia bertindak memulainya.
Setiap orang Kristen pasti mengaku memiliki iman. Kalau kita berkata kepada seseorang (orang Kristen): “kamu tidak memiliki iman”, kemungkinan besar orang itu pastilah marah. Kitab Yakobus berkata bahwa sehebat apapun iman kita, seyakin apapun kita akan sesuatu, sebesar apapun pengharapan kita kalau tidak disertai perbuatan, maka iman itu adalah iman yang kosong. “ .... iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yakobus 2:20b).
Setiap orang pasti memiliki impian, harapan ataupun kerinduan di waktu yang akan datang, baik dalam keluarga, pasangan hidup, pekerjaan, karir dan lain-lain. Namun tidak sedikit orang yang hanya bermimpi saja, mendoakannya bahkan menuliskannya, namun tidak berusaha meraihnya untuk menggapainya. Inilah iman yang kosong, iman yang mati, iman yang tidak disertai dengna tindakan dan perbuatan.
Ketika kita merencanakan sesuatu, doakanlah, tuliskanlah dan MULAILAH BERTINDAK untuk mewjudkannya. “ .... iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu IMAN MENJADI SEMPURNA” (Yakobus 2:22).
Apakah Saudara rindu memiliki IMAN YANG SEMPURNA? Mulailah memiliki iman terhadap sesuatu yang saudara harapkan, doakan dengan tekun, tuliskan dalam buku impian saudara, kemudian mulailah juga bertindak dengan perbuatan-perbuatan yang nyata. Ketika kita hanya beriman saja dan tidak melakukan apa-apa terhadap iman tersebut, maka Tuhanpun tidak akan melakukan apa-apa, tetapi ketika kita mulai bertindak atas apa yang kita imani, atas apa yang kita doakan, maka Tuhanpun akan mulai bertindak menolong kita untuk mewujudkannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)










